RESPIRASI

 

GERAKAN-GERAKAN PERNAFASAN

Tujuan

Mempelajari gerakan-gerakan nafas dan perubahan-perubahannya yang disebabkan oleh beberapa factor seperti pengaruh-pengaruh dari sikap badan, menelan dan berbicara, kerja fisik, kadar CO2, ransangan sensorik yang kuat. Juga akan mempelajari berbagai macam volume pernafasan.

Dasar teori

Sikap badan, kerja fisik, dan macam-macam ransangan dapat mempengaruhi gerakan-gerakan pernafasan. Gerakan pernafasan harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dalam keadaan dan suasana tertentu, sehingga kebutuhan akan zat-zat makanan, O2, panas, dapat terpenuhi dan zat yang tidak diperlukan oleh tubuh dapat dibuang.

Bahan dan alat

–          Stetograf dengan pipa karet/plastic

–          Kimograf lengkap

–          Pencatat waktu

–          Tambur marey dengan penulisnya

Stetograf terdiri dari sebuah pipa karet “corrugated” yang dapat secara elastic memanjang dan memendek, sehingga ruangan di dalamnya dapat membesar atau mengecil. Satu ujung pipa itu tertutup sedangkan yang lain terbuka dan dapat dihubungkan dengan pipa penyambung karet/plastic dengan tambur marey.

Stetograf ini dipasan melingkar dada sehingga gerakan-gerakan pernafasan menyebabkan perbedaan tekanan dalam ruangan di rangkaian stetograf, pipa penyambung, tambur dan karena itu naik dan turunnya penulis pada tambur mencerminkan gerakan-gerakan nafas yang dapat direkam pada kimograf. Stetograf dipasang pada dada subyek setinggi puting susu yaitu tempat yang mempunyai gerakan-gerakan nafas maksimal. Pada waktu perangsangan itu, ujung untuk hubungan dengan system perekam harus terbuka. Pipa penyambung dihubungkan dengan ujung stetograf tersebut pada saat subyek menehan nafas pada akhir eksperimen biasa. Dengan demikian gerakan penulis dapat diatur gerakannya. Penulis ini baru ditempelkan pada tromol kimograf jika diperlukan rekaman-rekaman saja. Putarkan tromol pada kecepatan rendah. Subyek yang direkam gerakan-gerakan nafasnya dalam posisi duduk atau berdiri. Harus membelakangi kimograf sehingga ia tidak dapat melihat rekaman-rekamannya, sebelum melepaskan tetograf, hubungannya dengan pipa penyambung harus dilepaskan dahulu.

Tata kerja

  1. Pengaruh sikap badan, menelan dan berbicara terhadap gerakan-gerakan nafas abdominal dan torakal.
    1. Subyek dibiarkan tidur terlentang selama 5 menit, lalu dibuat rekaman.
    2. Ia disuruh duduk selama 5 menit, lalu dibuat rekaman.
    3. Rekaman juga dibuat sewaktu berdiri (dibiarkan berdiri tenang selama 5 menit).
    4. Sementara subyek berdiri, stetograf dipasang satu lagi, tetapi melingkari abdomen bagian atas. Gerakan-gerakan nafas abdomen dan dada direkam bersama-sama. Stetograf yang melingkari perut dilepaskan.
    5. Mulutnya diisi dengan air minum  (satu teguk). Gerakan-gerakan nafas-biasa direkam, kemudian dia disuruh menelan air itu sewaktu melakukan inspirasi. Percobaan ini diulang, tetapi air ditelan saat melakukan eksperimen.
    6. Setelah didapat rekaman normal, subyek disuruh membaca dengan suara perlahan-lahan, dan dibuat rekaman. Rekaman dibandingkan dengan suara-suara yang diucapkannya.
    7. Rekaman waktu dibuat di bawah masing-masing rekaman. Lalu kurva gerakan-gerakan nafas, frekuensi, amplitudo, fase-fase, inspirasi dan ekspirasi dipelajari dan dicatat hasilnya.

 

  1. Pengaruh kerja fisik, akibat hepernea.
    1. Hubungan antara stetograf dengan system perekaman dilepaskan dan subyek disuruh berlari di tempat selama 2 menit. Lalu stetograf dengan perekaman dihubungkan kembali dan dibuat perekaman sampai kurva pernafasan normal kembali.
    2. Gerakan pernafasan-biasa direkam. Sementara masih direkam, subyek disuruh menghentikan nafasnya selama mungkin. Lamanya menghentikan nafas dicatat.
    3. Gerakan pernafasan-biasa direkam, penulis dilepasakan dari tromol dan subyek disuruh nafas dalam-dalam secara cepat selama 3 menit. Beberapa gerakan nafas dalam-dalam terakhir direkam lalu subyek disuruh menghentikan pernafasannya selama mungkin. Lamanya berhenti nafas dicatat.