Tanggal Praktikum                  : 29 November 2011

Dosen Pembimbing                 :

Kelompok Praktikum              : D2

 

 

 

PENCERNAAN

 

Anggota kelompok :

 

  1. Yusuf Jafar Rizali                   D14100064
  2. Laura Casalla                          D14100097
  3. Mujahid Alfikri                       D14100098
  4. Ishfi                                         D14100101
  5. Kartini Tambunan                   D14100102

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011

 

METABOLISME

 

Mengukur Metabolisme Berdasarkan Konsumsi O2

Tujuan

Mengukur laju metabolisme berdasarkan konsumsi O2

 

Dasar Teori

Hewan dalam hidupnya selalu memerlukan energi untuk pertumbuhan, produksi, bekerja dan mempertahankan suhu tubuh agar kehidupannya berlangsung optimal. Semua energi tersebut berasal dari oksidasi zat makanan. Pengukuran metabolisme energi adalah pengukuran panas yang diproduksi oleh seekor hewan.

Ringkasnya:

Energi makanan = energi kerja + energi disimpan + energi panas tubuh.

Kalorimetri secara tidak langsung dapat dilakukan dengan cara mengukur konsumsi oksigen dalam waktu tertentu. Energi dalam tubuh hewan berasal dari oksidasi makan yaitu hidrat arang, lemak dan protein. Satu liter oksigen yang terpakai untuk mengoksidasi, hidrat arang menghasilkan panas 5.0 Kalori, lemak menghasilkan panas 4.7 Kalori, dan protein menghasilkan panas 4.6 Kalori.

Hidrat Arang:

C6H12O + 6O2 à 6CO2 + 6H2O

(GLUKOSA)

RQ = 6/6 = 1.0 dengan nilai kalor 5.0 Kal/lt O2

Lemak:

2C51H98O + 145O2 à 102CO2 + 92H2O

(tripalmitin)

RQ = 102/145 = 0.70 dengan nilai kalor 4.7 Kal/lt O2

Protein:

2C3H7O2N + 6O2 à (NH2)2CO + 5CO2 + 5H2O

(alanin)

RQ = 5/6 = 0.83 dengan nilai kalor 4.9 Kal/lt O2

RQ campuran maka adalah 0.82 dengan nilai kalori 4.825 Kalori/liter oksigen yang dikonsumsi.

Semua perhitungan harus dalam keadaan suhu dan tekanan baku (pada 273oK, tekanan 76 mmHg). Oleh karena digunakan hokum Boyle – Gay Lusac

 =

 

Tata Kerja

  1. Tikus ditimbang (dalam Kg).
  2. Sistem dipastikan tidak bocor.
  3. Suhu dan tekanan udara dicatat, ditulis sebagai T1 (dalam oK) dan P1.
  4. Tikus dimasukan ke dalam metabolor.
  5. Spoit ditarik di bagian luar metabolor (20 ml).
  6. Ruang metabolor ditutup, udara dimasukan ke dalam spoit, stop watch diperhatikan, dan diperhatikan bahwa permukan air di pipa U menjadi tidak sama.
  7. Lamanya tikus menghabiskan 20 ml udara dicatat, berapa lama permukaan air di pipa U kembali sama tinggi.
  8. Tutup metabolor dibuka.
  9. No 5, 6, dan 7 diulangi.
  10. –     Konsumsi O2 dalam 1 hari dihitung.

–          Konsumsi O2 dalam keadaan STP dihitung.

–          Produksi panas dihitung.

–          Laju metabolisme dihitung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lembar Kerja

Isilah isian yang bisa diisi.

  1. Tanggal percobaan      : ……….
  2. Tempat percobaan       : ……….
  3. Hewan percobaan       : ……….         Umur               : ……….

Jenis kelamin               : ……….         Bobot badan   : ……….

  1. Suhu                            : ………. oC    Tekanan           : ………. mmHg
  2. Lama tikus menghabiskan 20 ml udara                       : ………. menit
  3. Volume O2 yang dikonsumsi selama percobaan         : 20 ml ………. menit
  4. Volume O2 dikonsumsi/hari                                        : ……….
  5. Volume O2 dikonsumsi/hari pada STB                       : ……….
  6. Produksi panas                                                            : ………. Kal/hari
  7. Laju metabolisme/hari/BM                                          : ………. Kal/hari/kg0.75

BM (Bobot Metabolik)                                               : ………. BB0.75 (dalam kg)