Tanggal Praktikum                  : 15 November 2011

Dosen Pembimbing                 :

Kelompok Praktikum              : D2

 

 

 

ENDOKRIN

 

Anggota kelompok :

 

  1. Yusuf Jafar Rizali                   D14100064
  2. Laura Casalla                          D14100097
  3. Mujahid Alfikri                       D14100098
  4. Ishfi                                         D14100101
  5. Kartini Tambunan                   D14100102

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011

 

ENDOKRIN

 

UJI KEHAMILAN

Tujuan

Uji-uji kehamilan yang dipraktikumkan akan menunjukan bahwa deteksi kehamilan dapat dilakukan secara dini tanpa membutuhkan pengamatan klinis anatomis atas pasien.

 

Dasar Teori

Implantasi adalah peristiwa berkontaknya suatu benda asing pada lapisan endometrium uterus. Secara normal setiap benda asing yang masuk ke dalam tubuh akan mendapat perlawanan dari system homeostasis tubuh. Tetapi dalam peristiwa implantasi tidak terjadi penolakan atas blastocyst atau implant tersebut. Ini berarti bahwa untuk memungkinkan terjadinya implantasi, tubuh harus menyiapkan diri untuk menerima blastocyst tadi. Salah satu yang telah diketahui adalah dihasilkannya satu atau sejumlah hormone yang bekerja pada uterus menyebabkan uterus berada dalam status siap menerima blastocyst.

Pada manusia dikenal adanya hormone Human Chrorionic Gonadotropin (HCG) yang diproduksi pada suatu usia kehamilan masih dini (antara 35 sampai 89 hari setelah konsepsi). Pada kuda dihasilkan hormone Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG) mulai hari ke-50 sampai ke-100 setelah kopulasi. Karena kedinian sekresi hormon-hormon ini, identifikasi HCG atau PMSG dijadikan dasar berbagai uji kehamilan seperti uji Galli Mainini, Grafindex, Prognosticon, Ascheim Zondek dan sebagainya. Pada hewan, berbagai uji untuk menemukan PMSG dalam urine kuda betina sebagai indicator kebuntingan juga telah dilakukan.

Uji Galli Mainini didasarkan kenyataan bahwa pada umumnya wanita yang baru hamil/usia kehamilan masih dini, bila air seninya disuntikan pada katak jantan dapat mengekskresikan spermatozoa. Namun mekanisme terjadinya ekskresi spermatozoa oleh katak tersebut, belum jelas diketahui.

Uji Gravindex dan uji imunologis lainnya didasarkan pada reaksi antigen (HCG) dengan anti body terhadap HCG. Kondisi reaksi dibuat sedemikian rupa agar hasil reaksi dapat terlihat langsung tanpa harus menggunakan alat-alat tambahan. Biasanya penilaian positif atau negative berdasarkan terdapat tidaknya presitipasi sebagai hasil reaksi antigen anti bodi itu.

 

Percobaan 1.1 UJI GALLI MAININI UNTUK DETEKSI KEHAMILAN PADA WANITA.

 

Bahan dan Alat

Hewan percobaan:

Alat:    –     Mikroskop

–          Kaca objek dan kaca penutup

–          Alat suntik 5 ml dan jarum suntik

–          Gelas beker besar dan kawat kasa penutup

–          Pipet Pasteur atau pipet penetes mata

Bahan: –     Air seni wanita hamil muda (wanita yang terlambat haid lebih dari 14 hari)

–          Air seni dari seorang mahasiswi/wanita yang tidak hamil

–          Larutan NaCl fisiologis

 

Tata Kerja

  1. Cairan kloaka dari keempat ekor katak jantan diperiksa untuk mengetahui adanya spermatozoa atau tidak. Bila terdapat spermatozoa maka katak tidak boleh dipakai. Untuk mengetahui ada atau tidaknya spermatozoa, dilakukan cara sebagai berikut:
  2. Larutan NaCl fisiologis (lebih kurang 1 ml) dimasukan ke dalam kloaka katak menggunakan pipet pasteur atau pipet penetes mata.
  3. Cairan kloaka dikeluarkan dan diteteskan pada kaca objek menggunakan pipet yang sama. Setelah itu ditutup dengan kaca penutup dan diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 100x atau 450x.
    1. Air seni yang akan diperiksa disuntikan sebanyak 3-5 ml ke dalam kantung limfe katak, yaitu dengan cara ditusukannya jarum ke bawah kulit di daerah ventral paha, lalu diteruskan menembus sekat pembatas paha-perut. Masih tetap di bawah kulit, air seni itu disemprotkan ke dalam kantong limfe abdominal.
    2. Katak dimasukan ke dalam stoples yang berisi sedikit air dan ditutup dengan kawat kasa. Diusahakan agar katak tidak keluar. Bila perlu, diberi pemberat di atas kawat kasa tersebut.
    3. Setelah 1/2 jam, katak diambil dan cairan kloakanya diperiksa kembali, yaitu dengan cara dimasukannya larutan fisiologis (lebih kurang 0,5 ml) ke dalam kloaka, lalu daerah kloaka tersebut diurut (pijit) secara perlahan-lahan dan cairan kloakanya disedot. Cairan tersebut diteteskan ke atas kaca objek dan ditutup dengan kaca penutup, setelah itu diamati di bawah mikroskop. Spermatozoa katak terlihat sebagai suatu benda hidup, bergerak, mempunyai ekor dan kepalanya berbentuk baji.

 

Lembar Kerja

Tabel 3.1. Hasil Uji Galli Mainini.

Bahan yang disuntikan: …………

Nomor Katak

Waktu

Hasil

1.

2.

3.

4.

30 menit

1 jam

1 jam 30 menit

2 jam

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

 

Pertanyaan

  1. Ciri-ciri apa yang membedakan katak jantan dari katak betina?
  2. Apa makna hasil pemeriksaan: positif?
  3. Apa makna hasil pemeriksaan: negatif?