Centrosema pubescens sebagai Tanaman Penutup Tanah

(Cover Crop)

Nama: Yusuf Jafar Rizali                        NRP: D14100064                             Departemen: IPTP

 

 

Tanaman Penutup Tanah

Tanaman penutup tanah adalah tumbuhan atau tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman  kerusakan oleh  erosi dan / atau untuk memperbaiki sifat kimia dan sifat fisik tanah.

Tanaman penutup tanah berperan:

1.   menahan atau mengurangi daya perusak butir-butir hujan yang jatuh dan aliran air di atas permukaan tanah,

2.   menambah bahan organik tanah melalui batang, ranting dan daun mati yang jatuh, dan

3.   melakukan transpirasi, yang mengurangi kandungan air tanah. Peranan tanaman penutup tanah tersebut menyebabkan berkurangnya kekuatan dispersi air hujan, mengurangi jumlah serta kecepatan aliran permukaan dan memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah, sehingga mengurangi erosi.

Tumbuhan atau tanaman yang sesuai untuk digunakan sebagai penutup tanah dan digunakan dalam sistem pergiliran tanaman harus memenuhi syarat-syarat:

a.   mudah diperbanyak, sebaiknya dengan biji,

b.   mempunyai sistem perakaran yang tidak menimbulkan kompetisi berat bagi tanaman pokok, tetapi mempunyai sifat pengikat tanah yang baik dan tidak mensyaratkan tingkat kesuburan tanah yang tinggi,

c.   tumbuh cepat dan banyak menghasilkan daun,

d.   toleransi terhadap pemangkasan,

e.   resisten terhadap gulma, penyakit dan kekeringan,

f.    mampu menekan pertumbuhan gulma,

g.   mudah diberantas jika tanah akan digunakan untuk penanaman tanaman semusim atau tanaman pokok lainnya,

h.   sesuai dengan kegunaan untuk reklamasi tanah, dan

i.    tidak mempunyai sifat-sifat yang tidak menyenangkan seperti duri dan sulur-sulur yang membelit.

Penggolongan Tanaman Penutup Tanah

  1. Rendah, jenis rumput-rumputan dan tumbuhan merambat atau menjalar:
  2. Digunakan pada pola pertanaman rapat
  3. Digunakan dalam barisan
  4. Digunakan untuk keperluan khusus dalam perlindungan tebing, gulud, terras, dinding saluran-saluran irigasi dan drainase
    1. Sedang, berupa semak:
    2. Digunakan dalam pola pertanaman teratur di antara barisan tanaman utama
    3. Digunakan dalam barisan pagar
    4. Ditanam di luar tanaman utama dan merupakan sumber mulsa atau pupuk hijau
      1. Tinggi, jenis pohon-pohonan:
      2. Digunakan dalam pola pertanaman teratur di antara barisan tanaman utama
      3. Ditanam dalam barisan
      4. Digunakan khusus untuk melindungi tebing ngarai dan penghijauan kembali (reboisasi)

 

Cenrosema pubescens Benth.

Spesies ini selama ini secara eksklusif disebut sebagai Centrosema pubescens . Nama yang benar adalah C. molle yang sebelumnya disebut C. schiedeanum (termasuk Belalto centro) yang sekarang disebut C. pubescens. Sentro berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini merupakan salah satu dari jenis legum yang paling luas penyebarannya di kawasan tropis lembab. Sentro diintroduksi ke kawasan Asia Tenggara dari kawasan tropis Amerika di abad ke 19 atau lebih awal. Saat ini Sentro telah dapat tumbuh alami di dataran-dataran rendah di Jawa. Tanaman ini termasuk tanaman tahunan, merambat, memanjat-membelit. Batang sedikit berbulu, berkayu ketika tua. Berdaun tiga helai (trifoliate), helai daun bulat memanjang atau bulat telur. Kelompok bunga oblong dengan kelompok bunga dari ketiak dengan 3-5 bunga, berwarna ungu muda atau tua, kadang-kadang putih. Buah polong linier panjang 4-17 cm dan lebar 8-7 mm, lurus atau sedikit melengkung dan seperti paruh, coklat tua saat masak dan mengandung sampai 20 biji. Biji berukuran 4-5mm x 3-4 mm, hitam kecoklatan, dengan totol-totol gelap, dimana berat 100 biji kira-kira 2,5 gram (sekitar 40.000 biji/kg). Berikut sistematika Taxonomi dari Centrosema pubescens:

 

Sistematika Taxonomi

Golongan

Phylum

Spermatophyta

Sub phylum

Angiospermae

Class

Dicotyl

Ordo

Rosales

Family

Leguminoceae

Sub Family

Papillionaceae

Genus

Centrosema

Species

Pubescense

 

Sentro dibudidayakan di daerah tropis-lembab dengan ketinggian hingga 600(—900) m. Tumbuhan ini memerlukan curah hujan tahunan sebesar 1500 mm atau lebih, namun juga toleran terhadap curah hujan yang lebih rendah. Sentro dapat tumbuh pada ladang-ladang rumput di Afrika yang hanya mengalami curah hujan sebesar 800 mm. Jenis ini tetap dapat tumbuh ketika tempat tumbuhnya tergenang air dan akan bertahan di musim kering yang berlangsung sekitar 3 – 4 bulan, namun tidak untuk masa kekeringan yang lebih panjang. Sentro tidak dapat tumbuh pada daerah bersuhu rendah. Pertumbuhannya akan menurun ketika suhu turun di bawah 20°C dan pertumbuhannya akan menjadi buruk bila suhu turun di bawah 15°C. Sentro merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang toleran terhadap naungan dan dapat tetap tumbuh di bawah naungan sebesar 80%. Tumbuhan ini akan tumbuh pada beragam tipe tanah, yaitu dari tanah pasir berhumus hingga tanah liat. Pertumbuhan optimum dapat tercapai bila ditanam pada tanah dengan keasaman relatif, kecukupan aluminium dapat larut yang kurang dari 0.2 meq per 100 g tanah. Kisaran pH yang dapat ditoleransi adalah 4.5—8.0, namun kisaran pH optimum yang dapat mendukung pertumbuhan nodul adalah 5.5—6.0. Meskipun sentro cukup toleran pada kadar Mn di tanah yang tinggi, namun ada keterkaitan antara keracunan Mn dengan tingkat pH rendah pada tanah-tanah asam, maka hal ini dapat diperbaiki dengan memperhatikan batasan kadar Mn dan pH tanah. Sentro diperbanyak menggunakan biji. Pengerikan biji diperlukan dikarenakan memiliki kulit biji yang keras. Sentro dapat tumbuh baik pada tanah berumput. Kerapatan biji kira-kira 5 kg/ha.

Sejak tahun 1950, Sentro telah ditanam sebagai tumbuhan yang cepat menutupi tanah dan untuk pakan ternak di kawasan Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, daerah tropis Australia dan pada daerah tropis lembab. Tumbuhan pioner ini telah berhasil melindungi tanah bekas laharan dari pengaruh hujan dan aliran permukaan, serta banyak memproduksi biomassa dan sumber pupuk organik untuk memperkuat agregat tanah dan menyimpan ketersediaan air. Sentro merupakan salah satu tanaman yang digunakan untuk mereklamasi lahan kritis bekas letusan gunung berapi di Gunung Merapi Jawa Tengah.  Sentro dapat tumbuh dengan baik bersama-sama spesies tumbuhan lain di padang-padang rumput atau sebagai penutup tanah pada areal tanaman-tanaman pertanian. Pada daerah tropis lembab, tanaman polong-polongan yang dipilih untuk ditanam baik di tanah-tanah subur maupun kurang subur telah memanfaatkan jasa sentro. Tanah yang kekurangan mineral dapat dipulihkan dengan menginokulasikan benih-benih dengan Bradyrhizobium, dan sentro akan menunjukkan pertumbuhan dan produksi yang baik untuk tumbuh di semua tipe tanah.

Saat ini sentro telah dapat tumbuh alami di dataran-dataran rendah sampai tinggi dan merupakan salah satu jenis tanaman penutup yang sangat baik karena sentro termasuk tanaman legume yang mudah berbunga, berbiji, serta dapat dipakai sebagai tanaman campuran dengan semua jenis rumput maupun sebagai tanaman sisipan. Centrosema pubescens sebagai salah satu tanaman cover crop (penutup tanah) yang dikembangkan di areal revegetasi lahan pasca tambang berfungsi melindungi tanah revegetasi dari pengaruh hujan dan aliran permukaan, serta banyak memproduksi biomassa dan sumber pupuk organik untuk memperkuat agregat tanah dan menyimpan ketersediaan air. Kesuburan lahan yang disebabkan oleh sebaran sentro di areal revegetasi dapat dimanfaatkan juga untuk menanam beberapa jenis tanaman sayur-sayuran seperti tomat.