Laporan Praktikum Ke-1                                Hari/Tanggal   : Kamis, 23 Februari 2012

Integrasi Proses Nutrisi                                   Tempat            : Laboratorium

Nama Asisten  : Febynia Mutiara Zainatha

Rika Zahera

Dwi Wahyu Nugraeni

Dea Justia Nurjana

Ibu Adriani

 

 

 

PENGENALAN

ALAT LABORATORIUM

Yusuf Jafar Rizali

D14100064

Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan

Fakultas Peternakan

Institut Pertanian Bogor

2012

No.

Alat

Fungsi

1.

Termos Untuk mengambil dan menyimpan cairan rumen pada suhu 39oC.

2.

Sprayer Untuk menyemprotkan cairan. Biasanya berisi alkohol untuk mensterilkan tangan.

3.

Mortar Untuk menghaluskan bahan.

4.

Spot Plate Untuk uji kualitatif mineral atau karbohidrat berdasarkan warna.

5.

Pengaduk Kaca Untuk mengaduk, sebagai perantara dan untuk membersihkan endapan pada dinding-dinding bejana.

 

 

 

 

6.

Cawan Petri Tempat yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba aerob atau anaerob dalam medium padat.

7.

Kaca Objek Untuk meletakkan sampel mikroba atau sampel dengan ukuran kecil agar dapat diamati dengan mikroskop.

8.

Kaca Penutup Untuk melindungi dan menetapkan sampel yang ada dalam gelas objek.

9.

Corong Kaca Untuk membantu memasukkan cairan ke dalam botol yang bermulut kecil, buret dan lain-lain serta untuk menyaring endapan dengan kertas saring.

10.

Kaca Arloji Untuk menutup bejana yang dipanaskan dan uap yang berbahaya serta membantu dalam penimbangan.

11.

Bunsen Digunakan sebagai alat pembakar pada bahan percobaan, atau alat lainnya, seperti sterilisasi jarum ose sebelum dan sesudah dipakai untuk mengambil sampel mikroba.

12.

Tabung Reaksi Untuk mereaksikan cairan dalam jumlah sedikit. Tabung jangan diisi lebih dari setengah. Jika perlu pemanasan harus dilakukan secara hati-hati, tabung dipegang dalam kondisi miring dan diarahkan berlawanan arah dengan muka.

13.

Tabung Hungate Tempat yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba anaerob dalam medium padat atau medium cair.

14.

Jarum Ose Untuk mengambil sampel koloni mikroba, menginokulasikan dan menyebarkan dalam medium padat atau medium cair.

15.

Statip Untuk menyangga buret.

16.

Buret Untuk melakukan titrasi dan menghitung konsentrasi serta mengeluarkan cairan dengan volume tertentu dan tepat.

17.

Botol Gelap Untuk menyimpan larutan yang peka terhadap cahaya dan oksidasi.

18.

Botol Terang Untuk menyimpan larutan yang tidak peka terhadap cahaya dan oksidasi.

19.

Botol Scott Untuk menyimpan rumen dan mikroba rumen dalam kondisi anaerob.

20.

Gelas Piala Untuk melarutkan zat-zat dengan jumlah tertentu, tetapi konsentrasinya tidak harus teliti.

21.

Erlenmeyer Untuk mereaksikan cairan yang banyak dan terutama berguna untuk titrasi. Labu Erlenmeyer berukuran 50, 250, 300, 500, dan 1000 ml.

22.

Labu Takar Untuk menakar larutan dengan volume tertentu.

23.

Pipet Mohr Untuk mengambil bermacam-macam volume cairan.

24.

Pipet Volumetrik Untuk mengambil sejumlah volume cairan.

25.

Pipet Tetes Untuk mengambil cairan dalam jumlah tetes.

26.

Spoid/Suntikan Untuk mengambil larutan.

27.

Rak Tabung Untuk meletakkan tabung reaksi sebelum, sedang maupun setelah digunakan.

28.

Ruang Asam Ruangan yang digunakan untuk mereaksikan zat, pemanasan atau pekerjaan lainnya yang menghasilkan asap atau uap yang membahayakan kesehatan, seperti pemanasan  HNO3 pekat.

29.

Gaspeckjar Untuk inokulasi atau menumbuhkan bakteri.

30.

Inkubator Untuk inkubasi atau memelihara bakteri agar tetap hidup.

31.

Shaker Waterbath Untuk menginkubasikan medium atau kultur dalam suhu tertentu dan dalam kondisi bergoyang sehingga terjadi pengadukan medium atau kultur selama proses inkubasi.

32.

Tabung CO2 Untuk menampung CO2.

33.

Roller Tube Untuk memutar tabung agar medium padat ataupun kultur mikroba dapat tersebar secara merata pada dinding tabung.

34.

Waterbath Untuk memanaskan media.

35.

Magnetik Stirrer Untuk mengaduk media atau larutan secara mekanis agar homogen.

36.

Kompor Untuk memanaskan.

37.

Timbangan Berkel Untuk menimbang bahan secara kasar.

38.

Autoclave Untuk mensterilkan dan mematikan mikroba kontaminan. (Strerilisasi basah)

39.

Eksikator Untuk mengeringkan dengan silika gel.

40.

Autoclave Besar Untuk mensterilkan dan mematikan mikroba kontaminan. (Strerilisasi basah)

41.

Freezer Box Untuk menyimpan bahan agar tetap awet.

42.

Kulkas Untuk menyimpan bahan agar tetap awet yang terdiri dari freezer dan refrigerator.

43.

Timbangan Analitik Untuk menimbang bahan dengan ketelitian 4 desimal dibelakang koma.

44.

Timbangan Digital Untuk menimbang bahan dengan ketelitian 1 desimal dibelakang koma.

45.

Neraca Ohauss Untuk menimbang bahan secara manual.

46.

Sentrifusa Untuk mempercepat pemisahan endapan dari cairan induk terutama jika endapannya terlalu halus atau jumlahnya terlalu sedikit.

47.

Eppendarf Sebagai tabung yang digunakan dalam sentrfuse.

49.

pH Meter Untuk menghitung pH suatu larutan pada suhu ruangan. Sebelum digunakan, pH meter harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan larutan standar pH 7. Jika telah selesai digunakan, pH meter harus dibilas kembali dengan aquades.

50.

Timbangan Kasar Untuk menimbang bahan dengan berat maksimal 2 kg serta tanpa desimal.

51.

Mikroskop Untuk melihat mikroba yang berukuran kecil dan tidak dapat dilihat secara kasat mata.

52.

Laminar Airflow Untuk melakukan aktifitas mikrobiologi secara aerob.

53.

Kulkas Penelitian Untuk menyimpan atau mengawetkan DNA dengan suhu -20oC.