Laporan Praktikum Ke-8                                Hari/Tanggal   : Kamis, 26 April 2012

Integrasi Proses Nutrisi                                   Tempat            : Laboratorium Biokimia

dan Mikrobiologi Nutrisi

Nama Asisten  : Febynia Mutiara Z.

Rika Zahera

Dwi Wahyu Nugraeni

Dea Justia Nurjana

Ibu Adriani

 

 

 

 

 

 

KARBOHIDRAT

Yusuf Jafar Rizali

D14100064

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

            Karbohidrat adalah sumber energi yang utama. Ada 2 jenis karbohidrat yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Dalam tubuh keduanya diubah menjadi gula darah untuk sumber energi. Karbohidrat sederhana adalah aneka jenis gula yang langsung membentuk kalori jika dikonsumsi. Karbohidrat kompleks merupakan sumber kalori yang mengandung vitamin, mineral, dan serat serta lebih bermanfaat untuk tubuh. Kebutuhan karbohidrat dalam sehari dianjurkan sebanyak 60% dari kebutuhan kalori sehari. Sumber karbohidrat adalah nasi, jagung, roti, ubi, tepung-tepungan, dan hasilnya seperti mie, macaroni dan lain-lain (Soenardi, 2002).

Selain karbohidrat, nutrien yang dapat menghasilkan energi adalah protein dan lemak. Namun jika protein dan lemak dijadikan sebagai sumber energi, maka penggunaannya sangat tidak efisien. Hal tersebut disebabkan oleh protein merupakan nutrien yang berfungsi sebagai zat pembangun tubuh dan lemak sebagai bahan bakar di dalam proses metabolisme tubuh. Oleh karena itu sebagian besar energi yang diserap tubuh adalah energi yang berasal dari karbohidrat. Sehubungan dengan hal tersebut, maka sangat penting dalam melakukan pengujian terhadap bahan pakan untuk mengetahui kandungan nutriennya sehingga penggunaan sumber energi dapat diperoleh dari bahan pakan yang  sesuai.

 

Tujuan

            Menentukan keberadaan karbohidrat dengan menggunakan uji Molisch, uji Benedict atau uji Iod.

 

 

 

 

 

 

TINJAUAN PUSTAKA

Karbohidrat

            Karbohidrat adalah sumber energi yang utama. Ada 2 jenis karbohidrat yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Dalam tubuh keduanya diubah menjadi gula darah untuk sumber energi. Karbohidrat sederhana adalah aneka jenis gula yang langsung membentuk kalori jika dikonsumsi. Karbohidrat kompleks merupakan sumber kalori yang mengandung vitamin, mineral, dan serat serta lebih bermanfaat untuk tubuh. Kebutuhan karbohidrat dalam sehari dianjurkan sebanyak 60% dari kebutuhan kalori sehari. Sumber karbohidrat adalah nasi, jagung, roti, ubi, tepung-tepungan, dan hasilnya seperti mie, macaroni dan lain-lain (Soenardi, 2002).

 

Uji Molisch

            Larutan karbohidrat dicampur dengan pereaksi Molisch, yaitu larutan 5% α-naftol dalam alcohol, kemudian ditambah asam sulfat pekat dengan hati-hati. Warna violet yang terbentuk menunjukkan adanya karbohidrat (Sumardjo, 2008).

Dasar uji ini adalah heksosa atau pentosa mengalami dehidrasi oleh pengaruh asam sulfat pekat menjadi hidroksimetilfurfural atau furfural dan kondensasi aldehida yang terbentuk ini dengan α-naftol membentuk senyawa yang berwarna khusus untuk polisakarida dan disakarida. Reaksi ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu hidrolisis polisakarida dan disakarida menjadi heksosa atau pentose, dan diikuti oleh proses dehidrasi dan proses kondensasi (Sumardjo, 2008).

 

Uji Benedict

            Modifikasi pereaksi Fehling adalah pereaksi Benedict, yang merupakan campuran 17,3 gram kupri sulfat, 173 gram natrium sitrat, dan 100 gram natrium karbonat dalam 100 gram air (Sumardjo, 2008).

Pemanasan karbohidrat pereduksi dengan pereaksi Benedict akan terjadi perubahan warna dari biru à hijau à kuning à kemerah-merahan à dan akhirnya terbentuk endapan merah bata kupro oksida apabila konsentrasi karbohidrat pereduksi cukup tinggi (Sumardjo, 2008).

Seperti halnya pereaksi Fehling, dalam reaksi ini, karbohidrat pereduksi akan teroksidasi menjadi asam onat, sedangkan pereaksi Benedict (sebagai Cu++) akan tereduksi menjadi kupro oksida. Jadi, dalam uji ini terjadi proses oksidasi dan proses reduksi (Sumardjo, 2008).

 

Uji Iod

            Uji Iod bertujuan untuk mengidentifikasi polisakarida. Reagent yang digunakan adalah larutan iodine yang merupakan I2 terlarut dalam potassium iodide. Reaksi antara polisakarida dengan iodin membentuk rantai poliiodida. Polisakarida umumnya membentuk rantai heliks (melingkar), sehingga dapat berikatan dengan iodin, sedangkan karbohidrat berantai pendek seperti disakarida dan monosakarida tidak membentuk struktur heliks sehingga tidak dapat berikatan dengan iodine (Monruw, 2010).

 

Glukosa, Fruktosa dan Sukrosa

            Glukosa adalah zat padat putih berkristal, larut dalam air, tetapi sukar larut dalam alkohol. Rasanya manis, tetapi tidak semanis gula pasir. Contohnya adalah gula merah dan buah anggur. Fruktosa adalah zat padat berkristal tak berwarna, lebih mudah larut dalam air dan alkohol daripada glukosa, tetapi rasa manisnya kira-kira sama. Contohnya adalah buah-buahan. Sukrosa adalah zat padat putih berkristal, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol dan gula paling manis, dihasilkan dari reaksi glukosa dan fruktosa. Contohnya adalah gula pasir atau gula tebu (Santoso, 2008).

 

Madu

            Madu merupakan produk lebah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan paling banyak ditemukan di pasaran. Manfaat madu diantaranya untuk pengobatan, pemeliharaan kesehatan, bahan pengawet alami, serta bahan pemanis makanan dan minuman. Sejak zaman dulu, madu merupakan makanan yang sangat digemari dan digunakan sebagai obat. Ditemukan lukisan-lukisan dalam piramida di Mesir yang menggambarkan penggunaan madu sebagai makanan dan obat-obatan. Juga di dalam koleksi George Eber yang dilukis 3.500 tahun yang lalu dalam satu jenis rumput menerangkan bahwa madu bisa digunakan untuk mengobati luka-luka, merangsang urinasi, dan mempermudah pengeluaran isi perut (Suranto, 2005).

Madu mengandung banyak mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, alumunium, besi, fosfor, dan kalium. Vitamin-vitamin yang terdapat dalam madu adalah thiamin (B1), riboflavin (B2), asam askorbat (C), piridoksin (B6), niasin, asam pantotenat, biotin, asam folat, dan vitamin K (Suranto, 2005).

Sedangkan enzim yang penting dalam madu adalah enzim diastase, envertase, glukosa oksidase, peroksidase, dan lipase. Enzim diastase adalah enzim yang mengubah karbohidrat komplek (polisakarida) menjadi karbohidrat yang sederhana (monosakarida). Enzim invertase adalah enzim yang memecah molekul sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Sedangkan enzim oksidase adalah enzim yang membantu oksidasi glukosa menjadi asam peroksida. Enzim peroksidase melakukan proses oksidasi metabolism. Semua zat tersebut berguna untuk proses metabolisme tubuh (Suranto, 2005).

Nilai kalori madu sangat besar 3.280 kal/kg. Nilai kalori 1 kg madu setara dengan 50 butir telur ayam, 5,7 liter susu,  25 buah pisang, 40 buah jeruk, 4 kg kentang, dan 1,68 kg daging. Madu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan rendah lemak. Kandungan gula dalam madu mencapai 80% dan dari air gula tersebut 85% berupa fruktosa dan glukosa (Suranto, 2005).

Asam utama yang terdapat dalam madu adalah asam glutamate. Sementara itu, asam organik yang terdapat dalam madu adalah asam asetat, asam butirat, format, suksinat, glikolat, malat, proglutamat, sitrat, dan piruvat. Dalam madu juga terdapat hormon gonodotripin yang merangsang alat reproduksi lebah ratu dan membantu dalam proses pematangan telur (Suranto, 2005).

 

Susu Kedelai

            Susu kedelai merupakan bagian lain dari pengolahan kacang kedelai. Susu ini mengandung lesitin. Zat ini memiliki keistimewaan mendorong pengangkutan asam lemak dari hati ke jaringan-jaringan tubuh atau meningkatkan pembakaran lemak dalam hati. Dengan demikian, mencegah tertimbunnya lemak berlebihan dalam hati. Jika hati terlalu banyak lemaknya, pertukaran zat dalam tubuh terganggu. Fungsi hati sebagai pemecah lemak dan penetral racun tidak bertugas semestinya (Mistra, 2004).

Selain itu, lesitin merupakan zat gizi emulsifisasi yang membuat lemak dapat larut dalam darah untuk ditransportasikan. Zat ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah pada pasien penyakit jantung. Lesitin dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan daya kerja otak, terutama pada anak yang mengalami kemunduran dalam belajar. Lesitin juga mampu menghancurkan timbunan kolesterol pada pembuluh darah arteri dan dapat mencegah terjadinya penyakit jantung aterosklerosis (Mistra, 2004).

Susu kedelai diketahui mengandung asam linoleik dan linolenik yang tergolong asam lemak tidak jenuh. Kedua asam ini berfungsi menjaga pertumbuhan yang normal, membantu pernafasan organ-organ vital tubuh, serta mempermudah transportasi oksigen dalam darah ke semua sel, jaringan, dan organ. Asam linoleik dan linolenik juga membantu lubrikasi (pelumasan) semua sel, menolong dalam pengaturan pembekuan darah, membantu aktivitas kelenjar adrenal dan tiroid, memberikan pengamanan pada kulit supaya tampak bercahaya dan menjaga kesehatan membran mukosa. Selain itu, menjaga kolesterol selalu lunak dan mencegah pengerasan timbunan kolesterol dalam darah serta mencegah terjadinya terkanan darah tinggi dan pengerasan arteri. Penelitian membuktikan kedua asam lemak tidak jenuh ini berguna untuk mencegah kelainan prostat dan arthritis (Mistra, 2004).

 

Susu Skim

            Susu skim adalah bagian susu yang tertinggal setelah krim diambil sebagian atau seluruhnya dalam proses separasi. Susu skim mengandung semua komponen gizi dari susu yang tidak dipisahkan, kecuali lemak dan vitamin yang larut dalam lemak (Surajudin, dkk).

Susu skim adalah susu yang kadar lemaknya telah dikurangi hingga berada di bawah batas minimal yang ditetapkan. Sering juga disebut susu non fat. Pada proses pembuatan susu skim, bagian lemak (krim) susu diambil sebagian atau seluruhnya. Susu skim kandungan kalorinya lebih rendah dari susu segar. Cocok dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani diet rendah kalori (Pangkalan Ide, 2008).

 

Permen

            Permen adalah sejenis gula-gula (confectionary) yang dibuat dengan mencairkan gula di dalam air. Perbedaan tingkat pemanasan menentukan jenis permen yang dihasilkan: suhu panas menghasilkan permen keras, suhu menengah menghasilkan permen lunak, dan suhu dingin menghasilkan permen kenyal. Permen dinikmati karena rasa manisnya (Nuraini, 2007).

Permen keras ditandai dengan teksturnya yang keras, rasanya lebih manis dan mengandung kalori yang tinggi sehingga banyak dimakan ketika sedang beraktivitas tinggi seperti bekerja, belajar, berolah raga, dalam perjalanan dan sebagainya. Permen ini dapat memberikan efek menyegarkan karena diberi berbagai rasa dan aroma serta menghilangkan rasa haus. Permen keras dikonsumsi dengan cara menghisap-hisap sampai permen tersebut habis (Nuraini, 2007).

Permen lunak sudah tentu mempunyai tekstur yang lunak sehingga dengan mudah dapat dikunyah, oleh karena itu dikenal juga dengan istilah permen kunyah. Permen kunyah yang ditawarkan sangat beragam jenisnya (warna, rasa, dan variasi bentuk). Jenis permen kunyah ada yang bersalut gula dan bertekstur agak keras (contohnya mentos, marbels, dan lain-lain): atau benar-benar lunak dan tanpa salut gula (sugus, fruitella, chox, dan lain-lain). Permen kenyal/permen lunak yang tidak ditelan yaitu permen karet atau gum product (Nuraini, 2007).

 

Susu Murni

            Susu murni adalah susu yang berasal dari sapi. Susu ini mengandung 31/4 – 4% lemak dan 24 kalori per ons (satu ons sestara dengan ± 30 ml). Dua persen susu (rendah lemak) memiliki beberapa lemak yang sudah dihilangkan dan mengandung 15 kalori per ons. Susu saring sudah tidak mengandung lemak dan hanya mengandung sebelas kalori per ons (Sears et al, 2003).

 

Gula Merah

            Gula merah atau gula jawa adalah jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan. Cairan ini biasanya ditampung dengan timba yang terbuat dari daun pohon palma tersebut. Cairan yang ditampung diambil secara bertahap, biasanya 2-3 kali. Cairan ini kemudian dipanaskan dengan api sampai kental. Setelah benar-benar kental, cairan dicetak dengan cara dituangkan ke dalam mangkuk yang terbuat dari daun palma dan siap dipasarkan. Gula merah sebagian besar dipakai sebagai bahan baku kecap manis (Tim Ide Masak, 2011).

 

Tepung Maizena (Tepung Jagung)

            Tepung maizena memiliki karakter yang berbeda dengan tepung terigu. Tepung maizena bisa larut dalam air, tetapi kurang mampu menahan air. Tekstur tepung maizena goreng cenderung lebih renyah dan mudah patah saat digigit. Namun, pemakaian tepung maizena yang berlebihan akan membuat gorengan terasa keras (A, Yuyun).

 

Konsentrat

            Pakan konsentrat adalah campuran bahan pakan (ransum) dengan kandungan protein lebih besar dari 18%. Contoh bahan penyusun pakan konsentrat diantarany dedak padi, onggok (ampas singkong), ampas tahu, ampas bir, bungkil kedelai, dan bungkil kacang tanah. Pakan konsentrat ini dapat berupa campuran ampas tahu, bungkil kedelai, dan urea atau campuran singkong (gaplek), ampas tahu, dan dedak (Apri, 2009).

 

Pati

            Pati merupakan simpanan karbohidrat dalam tumbuh-tumbuhan dan merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia di seluruh dunia. Zat ini terutama terdapat dalam padi-padian, biji-bijian, dan umbi-umbian. Beras, jagung, dan gandum mengandung 70-80% pati. Beragam jenis kacang kering seperti kedelai, kacang merah, dan kacang hijau mengandung 30-60% pati. Sementara itu, ubi, talas, kentang, dan singkong mengandung 20-30% pati. Serat yang merupakan jenis lain dari karbohidrat dapat membantu pencernaan dan memberikan perlindungan terhadap aneka penyakit. Namun, serat tidak disebut sebagai gizi karena tidak diserap oleh tubuh, melainkan dicerna (P, A. Bangun, 2005)

 

Tepung Beras

            Tepung beras bisa digunakan untuk membuat berbagai macam makanan. Tepung beras dibuat dengan cara menggiling beras putih sampai pada tingkat kehalusan tertentu. Kandungan gizi yang terdapat pada beras antara lain: karbohidrat yang terdapat pada pati ± 80%, protein ± 5%, lemak 5% dan air 5% (Purnomowati dkk, 2008).

Biasanya tepung beras digunakan dalam pembuatan kue tradisional, yang kebanyakan merupakan kue basah, seperti nagasari, lapis, dan sebagainya. Akan tetapi sekarang tepung beras pun sering digunakan untuk membuat cake atau kue kering. Kue kering yang dihasilkan dari tepung beras teksturnya lebih renyah, sedangkan cake tepung beras teksturnya lebih padat jika dibandingkan dengan cake dari tepung terigu. Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak dan protein tepung beras lebih rendah dibandingkan tepung terigu (Purnomowati dkk, 2008).

 

Tepung Terigu

            Tepung terigu merupakan tepung yang sangat dominan dalam proses pembuatan kudapan. Tepung terigu mengandung gluten sehingga sangat baik digunakan dalam pembuatan roti. Tepung terigu yang digunakan di pabrik roti diperoleh dari gandum yang digiling (Purnomowati dkk, 2008).

Secara garis besarnya tepung terigu dibedakan sebagai berikut:

  1. a.                  Terigu Protein Rendah

Terigu protein rendah berasal dari penggilingan gandum jenis soft atau lunak. Terigu ini memiliki sifat gluten yang lemah sehingga elastisitasnya kurang, jika dibuat adonan mudah putus, kandungan proteinnya berkisar antara 8-9%. Terigu berprotein rendah sangat cocok untuk membuat cake, cookies, dan kue kering. Contoh jenis terigu berprotein rendah yang beredar di pasaran adalah Cap Kunci Biru (Purnomowati dkk, 2008).

  1. b.                  Terigu Protein Tinggi

Terigu protein tinggi berasal dari penggilingan gandum jenis hard atau keras. Terigu jenis ini memiliki sifat gluten yang kuat, kandungan proteinnya berkisar antara 11-12%. Terigu ini memiliki elastisitas yang baik sehingga jika dibuat adonan tidak mudah putus. Terigu jenis hard sangat baik untuk pembuatan mie dan roti. Contoh jenis terigu berprotein tinggi yang beredar di pasaran adalah Cap Cakra Kembar (Purnomowati dkk, 2008).

  1. c.                   Terigu Protein Sedang

Terigu protein sedang merupakan terigu campuran dari terigu jenis soft dan hard. Terigu ini mempunyai sifat gluten sedang dengan kadar protein berkisar antara 10-11%. Terigu jenis ini biasanya digunakan untuk membuat mie, roti, dan beberapa keperluan rumah tangga lainnya. Contoh jenis terigu berprotein sedang yang beredar di pasaran adalah Cap Segitiga Biru (Purnomowati dkk, 2008).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATERI DAN METODE

 

Materi

            Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah tabung reaksi, rak tabung reaksi, pipet tetes, pipet Mohr, bulb (bola penghisap), gelas piala, ruang asam, kompor, spot plate, dan lain-lain yang dibutuhkan, sedangkan bahan yang digunakan adalah pereaksi  Molisch, larutan H2SO4 pekat, pereaksi Benedict, larutan I2 dalam KI, fruktosa, sukrosa, glukosa, madu, susu kedelai, susu skim, permen, susu murni, gula pasir, gula merah, tepung maizena, konsentrat, pati, tepung beras, tepung terigu, dan aquadest.

 

Metode

Uji Molisch

Dimasukan 5 ml bahan percobaan (larutan glukosa 1%, larutan fruktosa 1%, larutan sukrosa 1%, larutan pati 1%, gula merah, gula pasir, permen) ke dalam tabung reaksi di tambah 2 tetes pereaksi molisch lalu diaduk dengan baik kemudian tabung reaksi tersebut direndam dalam gelas piala yang berisi air dan diletakan diruang asam, selanjutnya perlahan-lahan ditambahkan 3 ml H2SO4 pekat kedalam tabung reaksi tersebut melalui dinding tabungnya dan diperhatikan warna yang terjadi pada larutan tersebut.

 

Uji Benedict

Benedict terdiri dari campuran Na2Co3 + CuSO4 + Natrium sitrat. Reaksi Benedict akan menyebabkan larutan yang berwarna biru akan berubah menjadi orange atau kuning. Dimasukan 0,5 ml pereaksi benedict ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 8 tetes larutan bahan percobaan (larutan glukosa 1%, larutan fruktosa 1%, larutan sukrosa 1%, larutan pati 1%, gula merah, gula pasir, permen) kemudian tabung-tabung reaksi tersebut didihkan dengan memasukannya ke panci dan dipanaskan di atas kompor selama 5 menit dan biarkan dingin dulu lalu diamati perubahan warna yang terjadi.

 

Uji Iod

Iod yang digunakan adalah I2 yang tekandung di dalam KI. Dimasukan sedikit tepung (tepung pati, tepung terigu, tepung maizena, tepung ketan) serta onggok ke dalam spot plate lalu ditambahkan satu tetes larutan ion encer dan dicampurkan dengan merata kemudian diamati warna yang terjadi lalu setelah itu dilakukan hal yang sama pada sampel tepung lalu dibandingkan warna yang terjadi dengan tepung yang sebelumnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

            Berdasarkan percobaan yang dilakukan, telah diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 1. Hasil uji Molisch, Benedict dan Iod terhadap semua bahan.

No

Bahan

Uji Molish

Uji Benedict

Uji Iod

1

Fruktosa

+

+++++

2

Sukrosa

+

3

Glukosa

+

++++

4

Madu

+++++

5

Susu kedelai

+++

++++

6

Susu skim

++

+++

7

Permen

+++

++++

8

Susu murni

++

+++

9

Gula pasir

++

+

10

Gula merah

+++++

11

Tepung maizena

+++++

+

++++

12

Konsentrat

++

+

+

13

Pati

+++++

+

+++++

14

Tepung beras

+++++

++

15

Tepung terigu

+++

+++

 

Keterangan Uji Molish:

+          : sangat sedikit karbohidrat

++        : sedikit karbohidrat

+++      : ada karbohidrat

++++    : banyak karbohidrat

+++++  : semakin banyak karbohidrat

 

Keterangan Uji Benedict        :

–                      : tidak ada perubahan sama sekali

+          : ada endapan berwarna kuning

++        : ada endapan

+++      : kuning seluruhnya

++++    : endapannya merah kekuningan

+++++  : endapannya berwarna merah

 

Keterangan Uji Iod    :

+          : berwarna abu-abu

++        : coklat muda kekuningan

+++      : coklat keunguan

++++    : biru kecoklatan

+++++  : sangat biru keunguan

 

Pembahasan

Uji Molish

Larutan karbohidrat dicampur dengan pereaksi Molisch, yaitu larutan 5% α-naftol dalam alcohol, kemudian ditambah asam sulfat pekat dengan hati-hati. Warna violet yang terbentuk menunjukkan adanya karbohidrat (Sumardjo, 2008).

Dasar uji ini adalah heksosa atau pentosa mengalami dehidrasi oleh pengaruh asam sulfat pekat menjadi hidroksimetilfurfural atau furfural dan kondensasi aldehida yang terbentuk ini dengan α-naftol membentuk senyawa yang berwarna khusus untuk polisakarida dan disakarida. Reaksi ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu hidrolisis polisakarida dan disakarida menjadi heksosa atau pentose, dan diikuti oleh proses dehidrasi dan proses kondensasi (Sumardjo, 2008).

            Berdasarkan hasil yang diperoleh, telah diketahui bahwa setiap bahan yang diuji menggunakan uji Molisch memiliki kandungan karbohidrat dengan kadar yang berbeda-beda. Fruktosa, sukrosa dan glukosa sangat sedikit mengandung karbohidrat. Susu skim, gula pasir dan konsentrat mengandung sedikit karbohidrat. Susu kedelai, permen dan tepung terigu ada karbohidratnya, dan bahan yang paling banyak mengandung karbohidrat adalah madu, gula merah, tepung maizena, pati dan tepung beras. Hal tersebut dapat dilihat dari terbentuknya cincin berwarna keunguan pada setiap bahan yang diuji.

 

Uji Benedict

Modifikasi pereaksi Fehling adalah pereaksi Benedict, yang merupakan campuran 17,3 gram kupri sulfat, 173 gram natrium sitrat, dan 100 gram natrium karbonat dalam 100 gram air (Sumardjo, 2008).

Pemanasan karbohidrat pereduksi dengan pereaksi Benedict akan terjadi perubahan warna dari biru à hijau à kuning à kemerah-merahan à dan akhirnya terbentuk endapan merah bata kupro oksida apabila konsentrasi karbohidrat pereduksi cukup tinggi (Sumardjo, 2008).

Seperti halnya pada uji Molisch, setiap bahan yang diuji menggunakan uji Benedict juga mempunyai kandungan karbohidrat yang berbeda-beda. Pada sukrosa, madu, gula merah, tepung beras dan tepung terigu tidak mengalami perubahan sama sekali ketika diuji. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelima bahan ini tidak terdeteksi kandungan karbohidratnya. Pada tepung maizena, konsentrat dan pati menunjukkan adanya endapan berwarna kuning. Susu skim dan susu murni menunjukkan perubahan menjadi warna kuning seluruhnya. Glukosa, susu kedelai dan permen menunjukkan adanya endapan berwarna merah kekuningan, sedangkan pada fruktosa menunjukkan adanya endapan berwarna merah. Hal tersebut membuktikan bahwa bahan-bahan yang mengalami perubahan warna dan endapan adalah bahan yang mengandung karbohidrat.

 

Uji Iod

Uji Iod bertujuan untuk mengidentifikasi polisakarida. Reagent yang digunakan adalah larutan iodine yang merupakan I2 terlarut dalam potassium iodide. Reaksi antara polisakarida dengan iodin membentuk rantai poliiodida. Polisakarida umumnya membentuk rantai heliks (melingkar), sehingga dapat berikatan dengan iodin, sedangkan karbohidrat berantai pendek seperti disakarida dan monosakarida tidak membentuk struktur heliks sehingga tidak dapat berikatan dengan iodine (Monruw, 2010).

Pada uji Iod, bahan-bahan yang diuji adalah tepung maizena, konsentrat, pati, tepung beras dan tepung terigu. Berdasarkan hasil yang diperoleh, konsentrat mengalami perubahan menjadi warna abu-abu, tepung beras berubah warna menjadi coklat muda kekuningan, tepung terigu berubah menjadi warna cokelat keunguan, tepung maizena berubah menjadi biru kecokelatan, dan pati menunjukkan perubahan warna menjadi sangat biru keunguan. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut mengandung karbohidrat dengan kadar yang berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

            Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa keberadaan karbohidrat dapat diketahui dengan menggunakan uji Molisch, uji Benedict, dan uji Iod. Setiap pengujian akan menimbulkan reaksi yang berbeda terhadap sampel yang diuji, seperti pada uji Molisch yang menunjukkan adanya karbohidrat dengan munculnya bentuk cincin berwarna keunguan, uji Benedict menunjukkan adanya karbohidrat dengan munculnya endapan yang berwarna kuning kemerahan, dan uji Iod menunjukkan adanya karbohidrat dengan munculnya warna biru.

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

Apri, Dewi Astuti. 2009. Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

A, Yuyun. Membuat Aneka Lauk Crispy. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Mistra. 2004. 3 Jurus Melawan Diabetes Mellitus. Jakarta: Puspa Swara.

Monruw. 2010. Uji Iod. (terhubung berkala) http://monruw.wordpress.com/2010/03/12/uji-iod/ (29 April 2012).

Nuraini, Henny. 2007. Memilih & Membuat Jajanan Anak yang Sehat dan Halal. Jakarta: Qultum Media.

Pangkalan Ide. 2008. Health Secret of Kefir: Menguak Keajaiban Susu Asam untuk Penyembuhan Berbagai Penyakit. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Purnomowati, Ida dkk. 2008. Aneka Kudapan Berbahan Ikan. Yogyakarta: Kanisius.

P, A. Bangun. 2005. Vegetarian: Pola Hidup Sehat Berpantang Daging. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Santoso, Anwar. 2008. Rumus Lengkap Kimia SMA. Jakarta: WahyuMedia.

Sears, William et al. 2003. The Baby Book, Everything You Need to Know About Your Baby From Birth to Age Two. New York: Brown and Company.

Soenardi, Tuti. 2002. Seri Menu Anak: Makanan Sehat Penggugah Selera Makan Balita. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sumardjo, Damin. 2008. Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiwa Kedokteran dan Program Strata I Fakultas Bioeksakta. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Surajudin dkk. Yoghurt: Susu Fermentasi yang Menyehatkan. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Suranto, Adji. 2004. Khasiat dan Manfaat Madu Herbal. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Tim Ide Masak. 2011. Resep Jajan Pasar Favorit. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.