Silahkan download file yang asli di sini Peternakan Domba Tawakal

Mau yang lebih akurat?? Silahkan download dalam bentuk pdf berikut ini Tawakkal Farm

LAPORAN PRAKTIKUM

MK. TPT  Ruminansia Kecil                     Hari/Tanggal :Kamis/13 Oktober 2012

                                                                  Dosen            :Dr.Ir.M.Yamin,M.Agr.Sc.

                                                                  Asisten          : Syeh Ahmad M. B.

                                                                                          Listya Purnamasari

                                                                                          Anugrah Cipta R.

                                                                                          Ridwan Herdian

PETERNAKAN DOMBA TAWAKAL FARM

Kelompok 4:

Fredy Fender                          D14100011

Shabrun Jamil                         D14100042

Vinny Puteri S.                       D14100051

Asnidar Reni M. N.                D14100060

Yusuf Jafar Rizali                  D14100064

Ahmad Nailul F.                    D14100107

DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN

FAKULTAS PETERNAKAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tawakkal  farm merupakan salah satu peternakan domba pedaging yang ada di daerah Jawa Barat tepatnya di daerah Cimande Hilir, Caringin, Bogor, Jawa Barat. Peternakan domba pedaging ini milik seorang pensiunan pegawai dinas kesehatan yaitu H.Bunyamin. Usaha pengemukan domba milik H.Bunyamin kini banyak diminati oleh masyarakat sekitar bogor maupun luar bogor. Usaha peternakan ini dimulai pada tahun 1990 dengan bermodalkan 6 ekor domba yang beliau pelihara. Beliau kemudian memotong 3 ekor dombanya pada saat hari raya Idul Adha sedangkan 3 ekor yang lain beliau jual seharga Rp 50.000/ekor kepada masyarakat yang berminat pada domba milik H.Bunyamin ini. Berkat tekad yang kuat, beliau mulai berpikir untuk menambah jumlah domba yang dipeliharanya. Melalui modal yang diberi dari pinjaman bank, beliau mulia menambah domba yang akan dipeliharanya. Kini domba yang berada di peternakan H.Bunyamin sudah mencapai 1500 ekor.

Peternakannya menempati lahan seluas 5000 m2 yang dibaginya menjadi 4 kandang dengan masing-masing kandang berukuran 7×33 meter. Kandang A,B,C dan D berkapasitas 300 ekor domba dengan sistem baterai/ kandang individu ukuran 40x100cm. Jenis domba yang dipelihara oleh H.Bunyamin adalah domba lokal dan beberapa domba garut. Domba lokal ini dipelihara sebagai domba pedaging yang berguna untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging domba di restoran maupun sebagai hewan kurban.

Bibit domba milik H.Bunyamin berasal dari Temanggung, Wonosobo dan daerah Jawa. Harga bibit lepas sapih umur 4-5 bulan sekitar Rp 400-525ribu per ekor dengan variasi ukuran 18-25kg. Selain domba lokal, Tawakal Farm juga memelihara domba garut karena nilai jualnya yang tinggi terutama para penghobi adu tangkas domba Garut. Untuk domba Merino yang ada di dalam peternakan beliau, sebenarnya hanya hobi dari sang pemilik saja namu menurut beliau apabila ada yang tertarik dengan domba Merino yang ia punya serta harganya yang cocok maka domba tersebut dapat dijual.

Untuk memelihara ternaknya yang baru datang, H.Bunyamin tak pernah lupa untuk selalu memeriksa kesehatan para ternaknya. Ternak yang baru tiba diistirahatkan selama 3 hari kemudian pada hari ke-4 domba dicukur dan dimandikan untuk membebaskan domba tersebut dari ektoparasit yaitu kutu yang biasanya terdapat pada bulu domba. Hari ke-5 , domba-domba tersebut diberi obat cacing dan antibiotik 10% dari bobot badan, biasanya diberi teramicin yang berfungsi untuk membebaskan dari bakteri gram (+) dan bakteri gram (-) sebagai endoparasit dalam tubuh.

Bukan hanya ternak saja yang diperhatikan oleh H.Bunyamin namun kotoran yang dihasilkan oleh ternaknya pun ikut diperhatikan dan dikelola sendiri oleh peternakannya. Kotoran yang dihasilkan para ternak umumnya diangkut secara periodik, biasanya 3 bulan sekali dan dibawa ke tempat penampungan jauh dibelakang rumah penjaga kandang. Kotoran ini selanjutnya akan dijadikan sebagai pupuk untuk pohon dammar yang mengelilingi perkandangan H.Bunyamin. Alasan utama beliau menggunaka pohon dammar disekeliling kandang peternakannya yaitu agar dapat meneyrap amoniak yang berasal dari kotoran domba. Cara lain untuk mengatasi bau yang dihasilkan domba ini adalah dengan penyerapan amoniak dari kotoran menggunakan pohon sengon di sekeliling peternakan, sehingga amoniak yang dihasilkan tidak menggangu lingkungan sekitar. Limbah selain untuk pohon sengon juga dijual kepada masyarakat, bahkan saat ini pak Bunyamin telah membangun kelompok kerja tani mandiri yaitu kerjasama dengan warga sekitar untuk membuat pupuk organik dari kotoran peternakannya. Saat musim kemaru H. Bunyamin mecari pakan bisa sampai ke daerah Cibeureum, Leuwiliang, Cigudeg, bahkan apabila terpaksa akan mecari sampai Jasinga.

Manajemen yang diterapkan oleh pak Bunyamin dalam bisnis peternakannya adalah sense of belonging pada setiap penanggung jawab kandang, karena ada 4 kandang yaitu kandang A, B, C, dan D yang masing-masing dikelola oleh satu orang penanggung jawab. Penanggung jawab mendapatkan penghasilan sesuai dengan kemampuannya menawarkan domba yang ia kelola di kandangnya. Pengahasilan yang ia dapat adalah 10% dari penjualan domba yang ia kelola di kandangnya.

Semua kandang terbuat dari kayu, terawat bersih, bahkan tidak tercium bau domba. Terdapat 5 buah kandang dimana, kandang A,B,C,D merupakan kandang penggemukan sedangkan kandang E merupakan kandang pembibitan. Kandang A dan D merupakan kandang koloni beberapa domba yang disatukan/ dikelompokkan dalam suatu kotak besar kemudian disekat-sekat sehingga hanya ada satu domba di setiap sekatan sedangkan kandang B dan C merupakan kandang individu, dimana ternak disusun secara sejajar dan setiap ternak memiliki tempat pakan masing-masing di hadapannya. Lebar kandang dibuat sedemikian rupa sehingga ternak tidak leluasa untuk bergerak/ berputar arah. Hal ini dimaksudkan agar sesuai dengan tujuan sistem penggemukan tersebut untuk membatasi pergerakan, membatasi keluarnya energi, sehingga mengurangi/ mencegah heat loss.

Tempat pakan yang berukuran panjang diletakkan di tengah-tengah di antara jejeran domba yang saling berhadapan sehingga tepat berada di depan ternak yang di posisi kiri dan di depan ternak yang di posisi kanan sehingga ke enam domba berada dalam satu tempat pakan yang sama. Pakan yang diberikan terdiri dari rumput, ampas tahu, mineral premix. Rumput yang diberikan berasal dari daerah Lido. Saat ini pak Bunyamin telah memiliki pabrik tahu, sehingga ampas tahu bisa diproduksi sendiri. Formulasi pakan ini merupakan hasil penelitian mahasiswa dari Unpad. Pemberian pakan pada peternakan H. Bunyamin yaitu pagi diberi rumput pada pukul 6.30 dan pada siang hari sekitar puku 02.00 diberi rumput dengan tambahan ampas tahu dan premix 2kg. Pada pukul 04.00 sore diberi rumput ditambahkan ampas tahu dan premix sebanyak 2 kg. Dan pada pukul 05.00 sore diberikan lagi rumput, ampas tahu dan premix sebanyak 2 kg.

Model kandang ini diterapkan pada kandang penggemukan dengan ternak yang masih berukuran kecil.  Selain itu juga terdapat kandang bibit dengan sistem kandang koloni, dengan kapasitas 10-12 ekor pada masing-masing petak/ box. Panjang kandang yaitu 33 meter dengan lebar sekita 7 m.

Walaupun beternak domba dapat menghasilkan keuntungan yang besar, namun apabila kita kurang memperhatikan kesejahteraan hewan itu sendiri dan tidak bisa mengontrol adanya penyakit yang menular terhadap ternak maka itu bisa menjadi ancaman tersendiri bagi peternak dan membuatnya rugi. Kerugian yang pernah dialami oleh H. Bunyamin yaitu, kekurangan rumput saat musim kemarau. Beliau sedang merencanakan untuk pembangunan tempat pembuatan pakan fermentasi agar dapat mengantisipasi kekurangan pakan pada musim kemarau. Kerugian yang lain yaitu, ketika domba yang dipelihara terkena penyakit ORP biasanya pada ternak yang baru tiba dan pada musim pancaroba. Biasanya beliau mengobati penyakit ORP dengan menggunakan yodium tinktur.

Awal mula ketika pak Bunyamin memulai usaha ini media promosi yang digunakan adalah brosur walau jumlah ternaknya masih sedikit. Cara penjualan yang ditawarkan adalah dengan menjaga kualitas dombanya untuk memperbaiki pandangan masyarakat terhadap domba yang ditawarkan. Domba yang biasa dijual adalah domba lokal (domba ekor tipis). Domba yang beliau pelihara dijual ke restoran balibul dan restoran di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara sebanyak 5 ekor per harinya. Saat ini pak Bunyamin sudah memilki pasar sendiri dan langganan setiap datangnya Idul Adha. Satu bulan sebelum Idul Adha domba di kandang 80% sudah dipesan. Penjualan dilakukan dengan penimbangan 1 bulan sebelum dijual, sehingga harga jual domba sudah ditentukan sebelum hari penjualan, namun setelah penimbangan, pemberian pakan tetap dilakukan seperti biasa. Sebelum ternak dijual, terlebih dahulu dilakukan pencukuran bulu. Sanitasi yang dilakukan pada Tawakal Farm yaitu berupa penucukuran bulu dan pemotongan kuku kaki. Kini semakin berkembangnya peternakan milik Bapak H.Bunyamin, pemasaran yang dilakukan oleh beliau pun tidak sesulit awal berdirinya usaha beliau karena kini sudah banyak masyarakat yang tahu akan kualitas dan kuantitas domba yang dimiliki oleh peternakan “Tawakkal Farm”.

About these ads